Pulang ke Kotamu, Ada Setangkup Rasa Rindu

4 komentar
Seringkali, setiap saya pulang naik kereta ke Yogya, saya menyetel lagu "Yogyakarta"-nya Kla Project. Entah, kenapa pula setiap mendengarnya selalu ada rasa haru tertancap di hati. Yogya bukan kota kelahiran saya, bukan tempat saya menghabiskan masa kecil. Saya di sana sedari SMA hingga kuliah dan kerja.


Tapi, tiap kali meninggalkan Yogya saya males banget, dan setiap kali balik seneng banget. Padahal, dulu waktu SMA, saya nggak begitu suka Yogya, orang-orangnya apalagi. Teman-teman SMA saya resek. Pernah diajak gelut cuma gara-gara nggak ngasih contekan. (Emang dulu saya ini dijadikan tempat contekan. Padahal, biasa aja) Mau saya ladeni, tapi melihat perkara yang cuma sepele menurut saya jadi saya putuskan untuk menganggap ajakannya gelut angin lalu.

Tapi, belakangan saya senang berada di Yogya, dan selalu rindu untuk selalu pulang ke sana. Seperti lagu yang "Yogyakarta"-nya Kla Project.

Ya, walaupun dalam beberapa tahun ini, Yogya sudah banyak mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Saya sempat merasakan harga bus 150 rupiah untuk pergi berangkat ke sekolah. Padahal, waktu itu tahun 1999. Kemudian mengalami kenaikan menjadi 2000 atau 2500 (lupa) terakhir kali naik bus -hampir dua tahun lalu. Tidak hanya itu, para pekerja yang dulu saban pagi naik sepeda onthel juga sudah tergantikan dengan para pekerja yang naik sepeda motor.

Tapi, biar begitu saya tetap suka sama Yogya. Dan selalu ingin kembali untuk pulang ke sana. Ah, kapan saya bisa balik ke sana. Menikmati pagi dan udara segar.[]

Foto: Unplash.

Related Posts

4 komentar

  1. saya sudah 2 kali berkunjung ke joga dan dua kali itu pula saya merasa kecewa karena gak bisa berlama disana.
    maklum cuman 2 hari, gak puas banget bang.
    moga aja saya bisa kesana lagi suatu saat nanti :)

    BalasHapus
  2. saya pun pengin banget ke yogya lho Mas. terakhir 2010 kesana.

    BalasHapus

Posting Komentar